HADIRILAH....     Tabligh Akhbar Hari / Tanggal: Rabu, 19 November 2014 Waktu: Pukul 19:30 WIB - selesai, Bertempat: Depan Balai Kota Surakarta Jawa Tengah          Jadilah Manusia Yang Bernilai Dihadapan ALLAH.....        Saudaraku.... hidup anda bermasalah...? jiwa anda resah...? hati anda gelisah...? Kembali dan mengadulah kepada ALLAH, caranya: Jadikan Zikir dan Sholat sebagai kebutuhan, jika anda berkenan laksanakan amalan harian Majelis Al-Kautsar " 5 - 1 - 3 " 5 adalah 5 waktu sholat wajib dirikanlah dengan istiqomah dan diiringi Sholat sunat wudhu dan Sholat sunat tobat masing-masing 2 rakaat setiap hari menjelang akan menunaikan Sholat wajib 5 waktu, 1 adalah 1 kali dalam sehari laksanakanlah sholat berjamaah dimasjid (lebih disarankan 5 waktu dimasjid), 3 adalah 3 ayat dalam sehari semalam bacalah Al-Quran dengan istiqomah (lebih banyak lebih baik), Semoga ALLAH memberkahi

Amal Mu Untuk Mu

Amal Mu Untuk Mu


Sekarang ini banyak sekali orang yang sudah berani mensetarakan / mensejajarkan prilaku manusia dengan ibadah / amalan seseorang, Padahal prilaku manusia itu sifatnya SUBJEKTIF sedangkan nilai ibadah / amalan seseorang itu adalah HAK MUTLAK ALLAH SWT, Misalnya mengatakan: "tidak berguna shalatnya, ibadahnya sedangkan perilakunya saja masih seperti  itu, prilakunya saja tidak baik"

SIAPAKAH KITA ...? berani menilai / mengukur ibadah orang lain...? Mungkin benar jika seorang yang beribadah akan tercermin kepada perilakunya tapi lagi-lagi bukan hak kita untuk menilai-nilai atau mengukur-ukur ibadah orang lain. Apalagi sampai mengatakan ibadah / amalnya TiDaK BERGUNA. 

Nabi SAW. bersabda yang maksudnya : “Sesungguhnya setiap amalan bergantung pada NIAT dan setiap orang akan mendapat ganjaran sesuai dengan niatnya.” (Hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim)

Firman Allah Swt "Maka celakalah bagi orang-orang yang sholat, orang-orang yang lalai dari sholatnya. Mereka yang mengerjakan kebaikan dengan riya." ( Al Ma'un: 4-6).

Nabi saw. bersabda yang maksudnya: “Sesiapa sum'ah (menceritakan amalnya), maka Allah akan menceritakan aibnya dan sesiapa beramal kerana riya' maka Allah akan membuka niatnya di hadapan manusia pada hari kiamat kelak.” (Hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim)

Berkata imam Qurtubi,: “Hakikat riya’ ialah menginginkan dunia dalam ibadah dan asalnya ialah menginginkan kedudukan di hati manusia.”

Al Hafidz Ibn Hajar menjelaskan “Riya’ ialah menampakkan ibadah dengan tujuan agar dilihat manusia, lalu mereka memuji pelaku amal tersebut.”

Abu Hurairah berkata, Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah orang yang MATI SYAHID di jalan Allah. Dia didatangkan kemudian dinampakkan kepadanya nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apa yang kamu lakukan dengannya?” Dia menjawab, “Aku berperang untuk-Mu sampai aku mati syahid.” Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau berperang kerana ingin disebut sebagai orang yang BERANI. Dan itu sudah kau perolehi.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya lalu dilemparkan ke dalam neraka. Kemudian seorang yang MENUNTUT ILMU dan mengajarkannya dan juga MEMBACA AL QUR'AN. Dia didatangkan kemudian ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sudah didapatinya dan dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apakah yang sudah kau perbuat dengannya ?” Maka dia menjawab, “Aku menuntut ilmu, mengajarkannya dan membaca Al Quran kerena-Mu.” Allah berfirman, ”Engkau dusta, sebenarnya engkau menuntut ilmu supaya disebut sebagai ORANG ALIM. Engkau membaca Al Quran supaya disebut sebagai QARI’.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya lalu dilemparkan ke dalam neraka.  Kemudian ada seseorang yang telah mendapatkan anugerah BANYAK HARTA. Dia didatangkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang diperolehnya. Maka dia pun mengakuinya.  Allah bertanya, “Apakah yang sudah kamu perbuat dengannya?” Dia menjawab, “Aku telah sedekahkan harta di jalan-Mu dan untuk-Mu.” Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau lakukan untuk digelar orang yang DERMAWAN dan engkau sudah memperolehnya.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya lalu dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muslim)


Saudaraku.... 
Semoga kita terlindung  "TIDAK MEMAKAI HAK ALLAH" menilai-nilai ibadah / amalan orang lain.