HADIRILAH....     Tabligh Akhbar Hari / Tanggal: Rabu, 19 November 2014 Waktu: Pukul 19:30 WIB - selesai, Bertempat: Depan Balai Kota Surakarta Jawa Tengah          Jadilah Manusia Yang Bernilai Dihadapan ALLAH.....        Saudaraku.... hidup anda bermasalah...? jiwa anda resah...? hati anda gelisah...? Kembali dan mengadulah kepada ALLAH, caranya: Jadikan Zikir dan Sholat sebagai kebutuhan, jika anda berkenan laksanakan amalan harian Majelis Al-Kautsar " 5 - 1 - 3 " 5 adalah 5 waktu sholat wajib dirikanlah dengan istiqomah dan diiringi Sholat sunat wudhu dan Sholat sunat tobat masing-masing 2 rakaat setiap hari menjelang akan menunaikan Sholat wajib 5 waktu, 1 adalah 1 kali dalam sehari laksanakanlah sholat berjamaah dimasjid (lebih disarankan 5 waktu dimasjid), 3 adalah 3 ayat dalam sehari semalam bacalah Al-Quran dengan istiqomah (lebih banyak lebih baik), Semoga ALLAH memberkahi

Kemuliaan Rosulullah SAW



        Mendengar ribut-ribut tentang film yang menghina Nabi Muhammad, Agus yang selama ini jarang sholat, jarang bersholawat, yang kerjanya tiap hari cuma nongkrong di pos ronda bisa juga terusik, hatinya panas kemarahannya memuncak, kelihatan sekali kekesalan di wajahnya. Betapa sangat berpengaruhnya nama Nabi Muhammad dalam hati orang Islam, walau itu hanya sebatas Islam keturunan. Nama Nabi Muhammad ibarat sel-sel darah merah didalam tubuhnya umat Islam, tidak terlihat tapi nyata adanya didalam tubuh, jika sel-sel darah merah ini terganggu, maka terasa sakitlah seluruh tubuh .

         Agus berontak dengan keadaan ini, pergi melampiaskan kemarahannya dengan melakukan protes dan demo bersama dengan umat Islam lainnya. Menuntut agar si pembuat film diadili bahkan berharap agar dihukum mati. Sungguh ini pemandangan yang biasa sekarang, berteriak-teriak menuntut agar sipembuat film dihukum demi menjaga kemuliaan Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Benarkah umat Islam harus bereaksi seperti Agus?...entahlah…tapi yang pasti umat Islam harus berjuang demi membela agamanya, jangan lemah terus maju dan terus berjuang demi menegakkan kebenaran yang telah diwariskan oleh Baginda Rasulullah SAW. Berjuang membela kemuliaan Rasulullah bukan hanya sekedar demo dan protes terhadap para penghina Nabi, tapi akan lebih baik jika kita berjuang memperbaiki Akhlak diri kita masing-masing, membentengi diri, dan keluarga-keluarga terdekat kita, bangkit angkat senjata, senjata keimanan yang akan membuat takut para musuh Islam.

         Para kafir itu bukan cuma sekedar ingin menghina Nabi, tapi mereka bertujuan menghancurkan Islam. Dengan hal-hal yang bisa membuat umat Islam emosi, mereka menjadi tertawa karena telah berhasil mengendalikan pikiran umat Islam dunia, dengan sibuknya kita protes dan demo terkadang kita lalai terhadap ibadah, yang para kafir sangat tahu persis kalau kekuatan dari umat Islam adalah ibadah, ibadah yang lemah akan melemahkan Iman, Iman yang lemah akan menghancurkan agama. Jika agama telah hancur, manusia akan menjadi seperti binatang, tanpa ada aturan, tanpa ada tuntunan, . kemaksiatan akan merajalela, semua dilakukan dengan alasan kebebasan berekspresi, kebebasan HAM, dan dengan alasan-alasan lain yang hanya mengacu pada aturan nafsu manusia

         Nabi Muhammad adalah lambang dari kemuliaan, bukan cuma di mata umat muslim tapi juga dimata manusia di dunia, karena Nabi Muhammad diutus Allah untuk seluruh manusia, Tidaklah akan menjadi hina Rasulullah walau apapun cara dari para kafir untuk menghinakan. Bahkan dengan kejadian ini Allah telah memperlihatkan begitu Mulianya Nabi Muhammad dalam hati umat manusia. Di berbagai daerah dan pelosok dunia orang bereaksi keras terhadap penistaan kemuliaan nabi Muhammad, tidak sedikit orang yang non muslim juga mengecam tindakkan penghinaan ini, itu artinya Rasulullah telah mendapat tempat yang sangat istimewa, kemuliaan yang tidak akan bisa tersentuh dengan apapun cara manusia lakukan. Sedangkan Presiden, yang kita kenal dan kita lihat wujudnya jika dihina dan dilecehkan, rasanya tidak berpengaruh, tapi Nabi Muhammad yang hidup ratusan tahun yang lalu, yang tidak pernah kita lihat wujudnya, bisa membuat hati kita bergejolak jika beliau dihina . Sungguh kemuliaan yang sempurna.

         Jika para kafir berusaha menghancurkan Islam, mengapa kita tidak membalasnya dengan cara membangun benteng Islam dengan lebih kuat lagi, berjuanglah sesuai dengan kemampuan dan siapa"nya" kita. Seperti halnya yang berprofesi sebagai guru/dosen berjuanglah, tempatkan diri sebagai guru/dosen yang baik, yang mempunyai tekat mengajar supaya anak didik menjadi orang yang benar-benar punya ilmu, bukan cuma sekedar tanggung jawab karena gaji bulanan. Bagi yang punya profesi sebagai pedagang, berjuanglah, hindari praktek jual beli yang tidak dibolehkan dalam agama, jadilah pedagang yang benar-benar bersih, untung yang sedikit diberkahi Allah akan lebih baik dari untung yang melimpah tapi tidak membawa keberkahan. Bagi yang berprofesi sebagai pejabat, berjuanglah, jadikanlah daerah pimpinan sebagai ladang amal, bukan ladang uang, Bagi pelajar/mahasiswa berjuanglah, belajarlah dengan baik, isi kepala dan dadamu dengan ilmu-ilmu dunia dan ilmu-ilmu akherat agar kita sebagai muslim tidak lagi direndahkan. Bagi seorang dokter, berjuanglah, mamfaatkan ilmu kedokteran itu untuk kebaikkan manusia, jangan jadikan derita orang sebagai kesempatan meraup keuntungan,  Bagi pemuka agama/ulama berjuanglah, berikanlah pendidikan akhlak yang benar pada umat dengan ikhlas, jangan perjual belikan ayat-ayat Allah, jangan jadikan title ulama "Ustadz" sebagai merek dagang, yang menjadikannya sumber uang. Apakah kita akan mendapatkan kebaikan di akherat jika semuanya telah Allah bayarkan di dunia??...hanya Allah yang tahu…

         Berjuanglah wahai muslim, perdalam ilmu dunia dan ilmu akherat, jadilah muslim yang cerdas, yang menempatkan aturan agama diatas segala aturan di dunia ini, jadilah muslim yang tegas yang berani menolak kemungkaran, jangan jadi muslim yang lemah. Muslim yang cerdas bukan hanya muslim yang punya title sarjana dengan gelar DR, Profesor tapi muslim yang benar-benar merealisasikan ilmu dunia dan akheratnya dalam kehidupan sehari-harinya. Banyak manusia cerdas tapi agamanya masih nol, nol dalam prakteknya, itu artinya Iman manusia tidak bergantung pada kecerdasan. Manusia yang beriman itu tidaklah banyak, hanya sedikit sekali, tetapi berusahalah menjadi orang yang sedikit itu. Jika sekiranya sekarang ini ada usaha untuk menjadikan umat islam menjadi murtad, mengapa kita umat Islam tidak berusaha berjuang dan bertekat untuk me-Islamkan manusia lainnya. Coba kita tanamkan dalam hati, untuk setiap muslim yang bernyawa bertekat akan me-"Islam"kan satu orang saja seumur hidupnya, sungguh hasil yang luar biasa bagi pengembangan Islam, dalam hal ini bukan cuma me- "Islam"kan dalam artian dari non muslim menjadi muslim, tapi lebih ditekankan pada yang lalai ibadah menjadi rajin ibadah yang sesuai dengan aturan Al-Qur'an dan hadist.